Tag Ind1 Ind2 Isi
LEADER 02073cam a2200349 a 4500
001 INLIS000000001070906
005 20211217132224.0
006 a####g######000#0#
007 ta
008 211217s2020####jki####g######000#0#ind##
020 # # $a 978-623-6641-01-9
035 # # $a 0010-0221004838
040 # # $a JKPNPNA $b ind$e rda
082 0 4 $a 297.230 33 $2 [23]
084 # # $a 297.230 33 IWA h
100 0 # $a Iwan Permana, $d 1987- $e penulis
245 1 0 $a Hadits ahkam ekonomi / $c Iwan Permana, S.Sy., M.E.Sy. ; editor, Ade Sukanti
250 # # $a Cetakan Pertama, Oktober 2020
264 # # $a Jakarta : $b Amzah, $c 2020
300 # # $a xviii, 280 halaman ; $c 23 cm
336 # # $a teks $2 rdacontent
337 # # $a tanpa perantara $2 rdamedia
338 # # $a volume $2 rdacarrier
504 # # $a Bibliografi : halaman 269-278
520 # # $a Sumber Hukum Islam kedua setelah Alquran yaitu Al-Hadits. Dalam segala aspek kehidupan, kita dituntut untuk senantiasa selaras dengan Alquran dan Al-Hadits baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Dalam kegiatan ekonomi, pada prinsipnya boleh dilakukan kecuali jika Alquran atau Al-Hadits melarang maka hukumnya menjadi haram sesuai dengan keumuman kaidah fiqih muamalah. Selain membahas tentang kedudukan hadits Nabi, buku ini juga membahas seluruh kegiatan ekonomi mulai dari jual beli, pinjam-meminjam, sewa-menyewa, modal dan investasi, penggadaian, kepemilikan harta, kerja sama bisnis, mekanisme pasar dan sebagainya dipandang dalam perspektif hadits Nabi, mulai dari konsep sampai implementasi hadits-hadits pada setiap kegiatan ekonomi. Dengan demikian, para pembaca bisa menentukan hukum kegiatan ekonomi dalam timbangan hadits yakni dengan mencari hadits-hadits larangan pada kegiatan ekonomi. Dan jika tidak ditemukan larangan maka hukum dikembalikan kepada hukum mubah sebagaimana hukum asal pada kegiatan muamalah.
650 # 4 $a Hadis
700 0 # $a Ade Sukanti $e editor
850 # # $a JKPNPNA
990 # # $a 202100103051730
990 # # $a 202100103051729
990 # # $a 202100103051728
990 # # $a 202100103051725