Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Al-Qur'an berjalan / 'A'idh 'Abdullah Al-Qarni ; penerjemah, Abad Badruzzaman ; penyunting, Tim Sahara
Judul Asli Rahmatan lil 'Alamin
Judul Seragam
Pengarang Al-Qarni, 'A'idh 'Abdullah, l. 1379
Abad Badruzzaman
Tim Sahara
Edisi Cet. 6
Pernyataan Seri
Penerbitan Jakarta : Sahara Publishers, 2007.
Deskripsi Fisik 403 hlm. ; 24 cm.
Jenis Isi
Jenis Media
Jenis Wadah
Informasi Teknis
ISBN 979-3594-02-0
ISSN
ISMN
Subjek Al-Qur'an - Sejarah
Abstrak Aneh bila orang Islam sibuk mencari cermin dari luar al-Qur'an untuk menata hidup dan tingkah lakunya. Apalagi jika lebih percaya konsep hidup bahagia dengan pola hidup dari orang-orang Barat. Padahal kan dungan al-Qur'an sangat kaya mengatur pola hidup untuk bahagia dunia dan akhirat. Rasulullah saw dan generasi pertama Islam yang hidup dalam puncak keindahan dan kebahagiaan hidup karena mereka berjalan dengan al-Qur'an, adalah bukti nyata dahsyatnya kandungan al-Quran.Rasul dan para sahabat berjalan dengan al-Qur'an. Dalam setiap gerak dan posisi hidupnya adalah al-Qur'an berjalan. Al-Qur'an berjalan, lebih dari sekedar bacaan dan hapalan, tapi dijadikan tempat bertanya sekaligus sebagai ejaan, juga pedoman hidup. Mereka hidup sesuai al-Qur'an. Mereka makan, minum, tidur, bekerja, berteman, berniaga, dan dalam susah dan senang sesuai dengan al-Qur'an. Benar, mereka menjadi al-Qur'an berjalan di bumi.Tepatlah ketika 'Aisyah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw. Dia menjawab, "Apakah kamu tidak membaca al-Qur'an?" Sahabat yang bertanya menjawab, "Ya, aku membaca al-Qur'an". 'Aisyah berkata: "Akhlak Rasul adalah al-Qur'an." Dalam riwayat lain dia menjawab, "Akhlaknya adalah al-Qur'an. Beliau ridha jika al-Qur'an ridha dan marah jika al-Qur'an marah."Buku ini memberikan gambaran luas dan aplikatif bagaimana Anda dapat menjalani hidup sesuai al-Qur'an. Dengan harapan, Anda dapat merasakan kenikmatan dan keindahan hidup seperti Rasulullah dan sahabatnya, ketika mereka menjadi al-Qur'an berjalan di muka bumi ini. Saatnya Anda membumikan ajakan sebuah atsar, Jadilah kamu al-Qur'an yang berjalan di antara manusia. Rasulullah saw datang kepada manusia membawa misi ketuhanan. Dalam dakwahnya tidak ada propaganda untuk keduniaan. Dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada'Aisyah tentang akhlak Nabi Muhammad saw. 'Aisyah balik menanyakan kepada orang itu apakah ia membaca Al-Qur'an. Orang itu mengiyakan. Maka 'Aisyah pun berkata, "Sesungguhnya akhlak Nabi Allah saw adalah Al-Qur'an." Dari hadits inilah ditelurkan ungkapan, "Muhammad adalah Al-Qur'an berjalan. Ungkapan yang sudah populer di dunia Islam. Pengertian populer dari ungkapan tersebut adalah tiada ke baikan atau perbuatan terpuji dalam bentuk apa pun, kecuali telah diinternalisasi, lalu dilakukan dan diteladankan dalam bentuk yang terbaik oleh Nabi saw; dan tiada keburukan atau perbuatan tercela dalam bentuk apa pun, kecuali telah dihindari dan dijauhi oleh beliau sejauh-jauhnya. Inilah makna populer dari hadits dan ungkapan tersebut. Seolah-olah hadits ini menjadikan lingkaran Al-Qur'an di dalam perilaku dan sirah Nabi saw tidak melebihi dari wilayah akhlak. Dengan mencermati sirah Nabi Muhammad saw kita tidak akan ragu untuk menyatakan bahwa beliau adalah manifestasi Al- Qur'an dalam kesemua porosnya tersebut. Ketika banyak ayat Al-Qur'an yang mengenalkan Allah lewat atsar-atsar-Nya di alam yang semesta laksana kitab terbuka dengan keindahan segala ciptaan-Nya, maka pada aspek Nabi saw sangat peka akan Wujud Ilahi. Makna Muhammad saw adalah Al- Qur'an berjalan pada aspek ini adalah tidaklah beliau melihat apa pun, kecuali beliau menyadari sepenuhnya bahwa Wujud Yang Tertinggi menguasai, memiliki, dan terungkap dengan jelas olehnya. Hal ini terbukti oleh dzikir-dzikir, tasbih, tahmid, dan doa- doa yang maktsur dari Nabi saw yang membasahi lidah, memenuhi hati, dan menggerakkan seluruh emosi beliau, dan menjadi suar penerang bagi manusia dalam melangkah menuju Tuhan dan mengikat mereka dengan-Nya dalam ikatan yang sangat kuat detik demi detik, langkah demi langkah. Jadi, beliau adalah Al-Qur'an yang bergerak, Al-Qur'an yang berjalan, juga ketika beliau menceritakan kisah umat terdahulu, mengisahkan kebaikan dan keburukan yang menimpa mereka, ke- menangan dan kekalahan mereka, siksaan dan pengampunan bagi mereka, karena beliau menghayatinya dan membuatnya nyata, serta menunjukkan kepada kita kandungan kisah-kisah itu yang harus kita perhatikan dan jadikan pelajaran, karena kisah mereka tidak terputus dari realitas zaman sekarang. Apa yang terjadi pada orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kafir pada bangsa-bangsa terdahulu di zaman nabi-nabi terdahulu tidak terĀ¬putus hubungannya dengan apa yang terjadi pada orang-orang Mukmin dan kafir pada zaman Nabi saw , dan juga pada zaman kita sekarang.
Catatan Indeks
Judul asli : Rahmatan lil 'Alamin
Bibliografi : hlm. 379-396
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • "Rahasia di Balik Penyakit, Hiburan Bagi Orang Sakit"
  • Ariadne's thread :a collection of contemporary women's journals /edited by Lynlifshin
  • Pop jawa campur sari [rekaman suara] / Favourites Group
  • Golchin :literature & mysticism, art & archaelogy, Society & History, history of science & technology, peple & land /editor in chief, Fateme Esma'ili
  • Surat Yaasin : album penyejuk qolbu [rekaman suara] / H. Umar Said
  • Amalan seumur hidup :berdasarkan pola hidup & ibadah Nabi SAW /Imam Nasa'i ; penerjemah, H. Alimin, Rizki Matumona
  • Blokken knorrende beesten bint :drie romans /P. Bordewijk
  • De werkking van den groot-ondernemer /D. van Embden
  • Herdruk van tusschen 1904 en 1906 verschenen stukken betreffende de particuliere
  • Keistimewaan Ayat Kursi