Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Teknokrat dan ekonomi pancasila / Mubyarto
Judul Asli
Judul Seragam
Pengarang Mubyarto, 1938-2005 (penulis)
Edisi Cetakan ke-1. Edisi pertama
Pernyataan Seri
Penerbitan Yogyakarta : Aditya Media, 2004
Deskripsi Fisik iv, 26 halaman ; 21 cm.
Jenis Isi teks
Jenis Media tanpa perantara
Jenis Wadah volume
Informasi Teknis
ISBN 9789793589053
ISSN
ISMN
Subjek Teknokrat
Indonesia -- Keadaan ekonomi
Ekonomi, Keadaan kemiskinan
Abstrak Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang serba kisruh dewasa ini, yang disebut "krisis ekonomi" oleh sebagian besar media Indonesia, ada baiknya setiap cendekiawan yang merasa telah ikut berjasa membangun perekonomian bangsa mawas diri dengan jujur adakah kekeliruan atau ketelanjuran "profesional" yang telah dilakukannya, tanpa menunggu "pengakuan dosa" pakar-pakar bidang-bidang lain. Dunia pemikiran ilmu ekonomi mencatat "pengakuan dosa" arsitek ekonomi Pakistan Mahbub ul Haq yang sebagai pakar perencana ekonomi Pakistan (1957-1970) merasa telah membantu "menjerumuskan" ekonomi Pakistan pada malapetaka yang berakhir dengan terpecahnya Pakistan menjadi dua negara yaitu Pakistan sekarang dan Bangladesh bekas Pakistan Timur (1971). Iran dibawah Reza Pahlevi membangun "ekonomi sekuler" yang "mengagung-agungkan" pertumbuhan ekonomi tetapi mengabaikan budaya dan moral agama yang berakhir dengan revolusi Islam (1979) dan menghasilkan Republik Islam yang terang-terangan "bertabrakan" dengan sistem ekonomi kapitalis liberal ala Amerika. Sistem ekonomi dan politik Iran yang sangat berlawanan dengan sistem ekonomi dan politik Amerika ini berbuntut panjang sampai sekarang, sehingga Amerika dan Inggris yang sejak Maret 2003 menguasai Irak, tetangga Iran, menyatakan tidak akan mentoleransi sistem ekonomi dan politik Iran mewarnai sistem ekonomi dan politik Irak pasca Saddam Husein. Kita di Indonesia mempunyai pengalaman sejarah pem- bangunan ekonomi serupa yaitu keberhasilan bertumbuh secara berkelanjutan selama 3 dekade (1966-1996) tetapi karena ketimpangan ekonomi yang menajam tidak diupayakan untuk dihentikan, maka meledaklah "bom waktu" krismon yang nyaris "menghancurkan" ekonomi kita. Kesalahan pokok adalah pada digunakannya asumsi bahwa jika ekonomi tumbuh, lebih-lebih di atas 7% per tahun, maka hal itu berarti ada "pembangunan" yang pasti memberi manfaat bagi semua. Tidak dibedakannya pengertian pertumbuhan dan pembangunan inilah kekeliruan konseptual para teknokrat ekonomi pada tahun-tahun tujuhpuluhan, delapanpuluhan, dan sembilanpuluhan.Salah satu sumber kekeliruan berkepanjangan dari kebijakan dan strategi pembangunan Indonesia adalah sifat "konservatif" dan cenderung "ke-Barat-barat-an" dari para teknokrat kita yang hampir-hampir menutup diri pada perkembangan pemikiran-pemikiran terbaru yang bersifat kerakyatan?Ekonom Indonesia perlu menyadari kelemahan mendasar dari ilmu ekonomi konvensional dan cara-cara mempelajarinya. Agar bermanfaat bagi bangsa Indonesia ilmu ekonomi harus mempertimbangkan sistem nilai atau ideologi Indonesia dan harus menyangkut kehidupan nyata (real life) masyarakat Indonesia.
Catatan Bibliografi : halaman 25-26
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • Moral ekonomi Pancasila : memuat ceramah dan prasaran Prof. Dr. Mubyarto serta guntingan pers tentang ekonomi Pancasila / Mubyarto ; editor, Yayasan Idayu
  • Ekonomi Pancasila : gagasan dan kemungkinan / Mubyarto
  • Pengantar ekonomi pertanian / oleh Mubyarto
  • Pancasila economic system : its feature and conceptual basis / Mubyarto
  • Ekonomi dan keadilan sosial / Mubyarto
  • Pengantar ekonomi pertanian / Mubyarto ; penyunting Tika Noorjaya
  • A Development alternative for Indonesia / Mubyarto & Daniel W. Bromley
  • Moral ekonomi Pancasila : ceramah dan prasaran Prof. Dr. Mubyarto serta guntingan pers tententang ekonomi Pancasila / editor Yayasan Idayu
  • Tembakau :kajian sosial-ekonomi /Soegijanto Padmo, Ehie Djatmiko ; editor, Mubyarto
  • Ekonomi Pancasila /editor, Mubyarto, Budiono