Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Mengenal budaya "Masara dan Majjaga" : (Komunitas Adat Sandobatu di Desa Leppangeng dalam Goresan Pena) / Azis, S.Pd., M.Pd. ; editor, Arfiani Babay
Judul Asli
Judul Seragam
Pengarang Azis (pengarang)
Arfiani Babay (editor)
Edisi Cetakan 1, Februari 2020
Pernyataan Seri
Penerbitan Pontianak : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, 2020
Deskripsi Fisik v, 84 halaman ; 21 cm
Jenis Isi teks
Jenis Media tanpa perantara
Jenis Wadah volume
Informasi Teknis
ISBN 978-623-201-821-1
ISSN
ISMN
Subjek Adat istiadat dan kebiasaan
Kebudayaan
Sulawesi Selatan -- Kehidupan sosial dan adat istiadat
Abstrak Budaya secara umum dipahami sebagai hasil segala sesuatu yang dihasilkan oleh olah pikir manusia. Banyak budaya yang telah kita kenal dalam masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang dan telah dikenal secara luas seperti Tudang Sipulung, Mappadendang dan Mappacci atau Mapparola. Melalui goresan ini penulis akan menguraikan budaya dari salah satu komunitas di Kabupaten Sidenreng Rappang berdomisili bawah kaki gunung Latimojong sebelah selatan. Komunitas ini menamakan diri Tau Sandobatu, orang bugis menyebutnya Tao Pole Bulu ( orang dari gunung ) dan orang Luwu menyebutnya Tau Lumika. Komunitas ini kemudian dikenal sebagai komunitas adat Sandobatu dan telah diakui oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN ). Komunitas ini memilki budaya atau ritual adat yang disebut Masara dan Majjaga ritual adat ini sangat sakral dalam komunitas adat Sandobatu terkhususnya yang bermukim di Desa Leppangeng ( Walawala ) sebelum masa kemerdekaan. Masara merupakan ritual adat yang diawali dengan musyawarah adat untuk penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, Ma’Rombu, Massombung bola, Mappangolo, Massapu Kaburu, Matturabang, Ma’Tojo, Lao Bubun, Massunna, Cakkabere, Marondon Tambing dan ditutup dengan Tolak Bala. Seni tari Majjaga Mulai diajarkan sejak 40 hari sebelum acara puncak dan mulai dipentaskan 3 malam sebelum acara puncak dimulai. Waktu 40 hari digunakan untuk belajar Majjaga bagi masyarakat yang ingin belajar, karena Majjaga tidak boleh diajarkan diluar kegiatan Masara.
Catatan Bibliografi : halaman 83
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Puisi
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • Sulo (cahaya dalam temaram) / Rosyanti Djade, S.Pd., M.Pd ; editor, Arfiani Babay
  • Adat istiadat daerah Sulawesi Utara
  • Konsep to jolo / Sukri Sikki
  • Rahasia di balik nasu palekko : (sebuah kearifan lokal dalam kekayaan kuliner dari Bumi Nene Mallomo Sindereng Rappang Sulawesi Selatan) / Nurul Hasanah Yusuf ; editor, Arfiani Babay
  • Adat istiadat daerah Sulawesi Utara
  • Adat istiadat daerah Sulawesi Tenggara
  • Kumpulan hukum adat : xxxi : Sulawesi / terjemahan dan diusahakan oleh Komisi dan Hukum Adat ; diterjemahkan oleh Chaidir Hakam
  • Republik hoaks : kumpulan puisi / penulis, Siti Satriana ; editor, Arfiani Babay
  • Adat istiadat Sulawesi Utara
  • Karya batu megalitik dari Sulawesi Tengah = The megalitic worked stones from Central Sulawesi