Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Buya Hamka : sebuah novel biografi / Haidar Musyafa ; penyunting, Faried Wijdan
Judul Asli
Judul Seragam
Pengarang Haidar Musyafa, 1986- (penulis)
Faried Wijdan (penyunting)
Edisi Cetakan I, April 2018
Pernyataan Seri
Penerbitan Tangerang : Imania, 2018
Deskripsi Fisik 837 halaman ; 24 cm
Jenis Isi teks
Jenis Media tanpa perantara
Jenis Wadah volume
Informasi Teknis
ISBN 9786027926394
ISSN
ISMN
Subjek Hamka, -- 1908-1981
Fiksi biografi
Abstrak Di masa Demokrasi Terpimpin, Buya Hamka adalah sosok yang kadang berbeda pendapat dengan Presiden Sukarno, juga berseberangan dengan kaum komunis. Melalui Majalah Lentera, karya-karyanya diserang habis. Berbulan-bulan lamanya ia hadapi hantaman orang-orang yang tak sepaham dengannya. Dua tahun empat bulan lamanya, Buya Hamka hidup dalam penjara rezim Sukarno. Meski begitu, ia tak marah. Ia tidak hanya dekat dengan mereka yang sepaham dan sepemikiran, tapi juga tidak menghindari orang yang tidak disukainya. Ia berprinsip bahwa dengan mengenal sesama yang berbeda, akan menemukan sudut pandang baru. Meski ilmunya sangat tinggi, ia tak pernah merasa besar diri. Sikap hidupnya yang lurus terbukti saat ia menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia jalankan amanah itu dengan penuh tanggung jawab. Meski mendapat banyak tekanan, ia tetap teguh bersikap dan memegang prinsip. Baginya, kehebatan ulama diukur sejauh mana ia mampu melembutkan kerasnya hati para pembenci, dan sejauh mana kemampuannya menenangkan jiwa-jiwa yang gundah gulana. Buya Hamka adalah sosok ulama paripurna, moderat, teduh yang tidak mudah membuat gaduh, apalagi memancing di air keruh. Tuturan dan pesan dakwahnya selalu menyejukkan bukan memojokkan, mengundang simpati, jauh dari kata umpat dan hujat. Figur ulama pembina bukan penghina, pendidik bukan pembidik, pengukuh bukan peruntuh. Ketika mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak prorakyat dan memihak umat Islam, ia lebih memilih jalur pena dalam rangka menyampaikan aspirasi dan pesannya daripada menggalang aksi massa. Pendiriannya teguh, prinsipnya kuat, namun lentur dan menaruh hormat kepada liyan yang berbeda. Sosok ulama besar yang bersahaja, tak terbeli, independen, dan tak gemar mengobral fatwa. Beragam laku luhur inilah yang membuat ulama berdarah Minangkabau ini disegani banyak orang.
Catatan
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Novel
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • Api Republik : novel biografi Hamengku Buwono IX / Haidar Musyafa ; penyunting, Faried Wijdan
  • Sogok aku kau kutangkap : novel biografi Artidjo Alkostar / penulis, Haidar Musyafa ; penyunting, Faried Wijdan
  • Hadji Agus Salim : diplomat nyentrik penjaga martabat republik / Haidar Musyafa, editor, Faried Widjan
  • Ki Hadjar : sebuah memoar / penulis, Haidar Musyafa ; penyunting, Faried Wijdan
  • Hamka : sebuah novel biografi / Haidar Musyafa ; penyunting, Farid Wijdan
  • Kenang - Kenangan hidup / Hamka
  • Kenang2an hidup / Hamka
  • Mengembalikan tasauf kepangkalnya /Hamka
  • Hidup itu mudah jangan dibuat susah / penulis, Haidar Musyafa ; editor, Esti Utami
  • Satu Islam : sebuah dilema / Jalaluddin Rahmat ... [et al.] ; penyunting, Haidar Bagir