Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Teori belajar dan pembelajaran bahasa indonesia berbasis pendekatan genre / E. Kosasih ; Isah Cahyani ; penyunting, Khaerudin Kurniawan
Judul Asli
Judul Seragam
Pengarang Kosasih, E., 1973- (penulis)
Isah Cahyani, 1964- (penulis)
Khaerudin Kurniawan (penyunting)
Edisi Cetakan pertama, Oktober 2018
Pernyataan Seri
Penerbitan Bandung : UPI Press, 2018
© 2018, E. Kosasih, & Isah Cahyani - UPI Press
Deskripsi Fisik ix, 338 halaman : ilustrasi ; 25 cm
Jenis Isi teks
Jenis Media tanpa perantara
Jenis Wadah volume
Informasi Teknis
ISBN 978-602-5643-25-5
ISSN
ISMN
Subjek Bahasa Indonesia - pendekatan genre - Studi dan pengajaran
Abstrak Belajar merupakan istilah tidak asing di dalam percakapan sehari-hari. Seorang ibu hampir setiap hari menuturkan kata itu kepada anaknya, “Nak, sudah belajar belum? Nanti kamu bisa lebih pintar, 1lho!” Dalam tuturan itu tersirat bahwa belajar merupakan kegiatan yang selalu menjadi pengharapan para orang tua. Dengan aktivitas itu, akan ada perubahan pada diri anaknya, yakni menjadi orang pintar. Seorang remaja pun, tidak asing dengan istilah tersebut, “Jangan main terus dong! Ayo, saatnya kita belajar sekarang!” Di dalam benak sang remaja, belajar merupakan kegiatan yang bermanfaat, setidaknya lebih baik daripada bermain. Di dinding kamar remaja itu terpampang kata yang sama: “Tiada hari tanpa belajar!” Para pejabat pemerintah, anggota legislatif, juga tidak jarang menggunakan kata-kata serupa untuk menghiasi pidatonya, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu belajar dari kegagalan masa lalunya!” Demikian pula para filosof seringkali menggunakan kata yang sama untuk berpepatah-petitih: Belajar bagaimana cara belajar adalah keahlian terpenting dalam hidup (Tony Buzan), Belajar tanpa berpikir tidak berguna, berpikir tanpa belajar berbahaya (anonim), Dengan belajar Anda akan mengajar, dengan mengajar Anda akan belajar (pepatah Latin). Dari beberapa pernyataan di atas, istilah belajar memiliki konsep dasar yang sama, yakni kegiatan yang mengubah keadaan seseorang menjadi lebih baik: pintar, menjadi orang besar, dan kondisi-kodisi positif lainnya. Istilah itu pula yang sepertnya paling sering digunakan di lingkungan pendidikan, dan kata itu pula yang sering diucapkan oleh orang tua yang ingin melihat anak-anaknya maju. Istilah belajar seolah-olah memiliki kekuatan magis yang dapat menjamin kehidupan seseorang menjadi lebih baik di kemudian hari. B. Tujuan Perkuliahan mahasiswa diharapapkan dapat Dengan perkuliahan ini, memahami konsep-konsep belajar, karakteristik dan aspek-aspeknya, serta proses pembelajaranaya secara lebih jelas dan sistematis. C. Ihwal Belajar 1 Pengertian Di dalam referensi-referensi, seperti di dalam Kamus Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 2008), belajar diartikan sebagai 'usaha untuk memperoleh ilmu pengetahuan, kepandaian, atau keterampilan'. Belajar berasal dari kata ajar yang artinya "petunjuk' yang diberikan kepada seseorang supaya diketahui atau ditirut. Sementara itu, dalam buku pedoman pelaksanakan kurikulum SD,SLTP dan SMA (1994), belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa buku, lingkungan, guru, dan sejenisnya. Konsep yang hampir serupa dikemukakan oleh para ahli. Misalnya, Gagne (1984) belajar didefinisikan sebagai suatu proses perubahan perilaku akibat suatu pengalaman. Witherington (1952) mengungkapkan bahwa belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respons yang baru berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan. Mohammad Surya (1997) mengartikan belajar sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Sumber lain, yakni Crow & Crow (1958) mengartikan belajar sebagai kondisi diperolehnya kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap baru. Hilgard (1962) mengartikannya sebagai proses atau kemunculan perilaku baru sebagai akibat adanya respons terhadap sesuatu situasi tertentu. Di Vesta dan Thompson (1970) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman”.
Catatan Bibliografi : halaman 327-331
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • Volkscredietwezen
  • Dari tukang isah-isah menuju bibir merah /
  • Volkscredietwezen
  • Koloniale Studien : Tijdschrift Van De Afdeeling Sociale Economie Van Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen
  • Pokok-pokok ilmu hadis / penulis, Amin Khaerudin ; penyelaras akhir, Dyah Permatasari
  • Histoire de l'Europe : des invasions au XVIe siecle / Henri Firenne
  • actes du conseil de la fiab
  • Modul bahan ajar al-qawaid/ Endang Baihaqie; editor, Ade Kosasih
  • Aku meraih mimpi: TK B seri 1,2/ penulis, Fransiska Wiwin Winiarsih, S.Pd.AUD., Elyzabeth Agustinah Silab, S.Pd.AUD., Isah Kartisah, S.Pd.AUD.
  • Njai Isah dan cerita lainnya / penulis, Ferdinand Wiggers ; penyunting, Agung De