Sampul
Cite This                Tampung       
Jenis Bahan Monograf
Judul Menelusuri panji di candi - candi : relief figur bertopi di candi-candi zaman Majapahit / Lydia Kieven ; penerjemah, Arif Bagus Prasetyo
Judul Asli Following the cap - figure in Majapahit temple reliefs : a new look at the religious function of East Javanese temples, 14th and 15 th centuries
Judul Seragam
Pengarang Kieven, Lydia 1956- (pengarang)
Arif Bagus Prasetyo (penerjemah)
Edisi Cetakan kedua : November 2017
Pernyataan Seri Seri arkeologi efeo
Penerbitan Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia, 2017
© Koninklijke Brill NV, 2013, Leiden, The Netherlands
Deskripsi Fisik xix, 450 halaman : ilustrasi ; 24 cm
Jenis Isi teks
Jenis Media tanpa perantara
Jenis Wadah volume
Informasi Teknis
ISBN 978-602-424-686-0
ISSN
ISMN
Subjek Relief (patung)
Cerita Panji (Jawa)
Candi
Abstrak Buku ini menjelaskan tentang makna figur bertopi di candi-candi di Jatim pada abad 14 dan 15. Awalnya, figur bertopi ini digunakan pada kalangan masyarakat kebanyakan kemudian kalangan bangsawan, dan kemudian figur Panji. Figur panji pada abad 14 dan 15 dimaksudkan sebagai perantara para peziarah atau kaum bangsawan dan raja sebagai sarana untuk menuju penyatuan dengan Ilahi. Konsep Panji ini merupakan konsep Tantra sebagai upaya penyatuan Wisnu dan Sakti. Figur bertopi memiliki makna yang sangat penting karena ditemukan dalam sejumlah besar relief candi zaman Majapahit yang dalam kebanyakan kasus merepresentasikan Panji atau bangsawan lain. Topi, yang awalnya merupakan mode tutup kepala setempat, telah berkembang menjadi simbol perkenalan kepada pengetahuan spiritual. Munculnya Panji dan figur bertopi lainnya menjadi semacam ikon budaya Jawa Lokal pada zaman Majapahit. Yang luar biasa, justru kisah Panji yang berciri khas kerakyatan dan termasuk dunia manusiawi, justru ditemukan di relief candi yang merupakan tempat suci. Hal ini dapat dimaknai bahwa cerita Panji selalu memberi pengantar kepada peziarah untuk menunjukkan jalan dari rangka duniawi kepada rangka suci dan dunia para dewa. Peran seperti ini terdapat di Candi Penataran karena di kompleks candi itu adalah halaman ketiga dengan candi pokok yang menggambarkan cerita Ramayana dan Kresnayana yang berasal dari sastra India dan yang dianggap lebih dikaitkan dengan dunia dewa. Ditemukannya patung Panji di Candi Selokelir tahun 1936 oleh Stutterheim, semakin memperjelas posisi istimewa sosok Panji ini. Arca itu berdiri di atas teratai dan memakai upawita yang merepresentasikan tokoh setengah-manusia setengah-dewa. Namun berbeda dengan gambaran dewa sesungguhnya, arca ini kelihatan mirip sekali dengan manusia biasa, tidak seperti arca dewa lain yang sangat dihias dan kelihatan sangat sakral. Arca yang sekarang disimpan di perpustakaan ITB ini mungkin mau mengantar dan mempersiapkan para peziarah untuk naik Penanggungan dan mencari serta mendapat wahyu. Bahkan, dengan bentuk mirip dewa itu mungkin pula mengizinkan peziarah dan pemuja untuk berangan-angan menjadi dewa jika telah terlepas dari ikatan duniawi dan manunggal dengan Ilahi. Arca Panji dari lereng barat laut gunung Penanggungan ini menjadi perantara dan menandai puncak seluruh proses ini.
Catatan Indeks
Judul asli : Following the cap - figure in Majapahit temple reliefs : a new look at the religious function of East Javanese temples, 14th and 15 th centuries
Tek dalam bahasa Indonesia, diterjemahkan dari bahasa Inggris
Bibliografi : halaman 490 - 439
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi
Target Pembaca Umum
Lokasi Akses Online
 
 

Karya Terkait

  • Opmerking aangaande een relief aan den buitenkant van de tra van de Tjandi Mendoet / J. Brandes
  • Aanvulling van de medeeling over de in relief afgebeelde dierenfabels op het terrein van Panataran / J. Brandes
  • Some architectural design principles of temples in Java :a studi through the buildings projection on the relief of Borobudur temple /Parmono Atmadi
  • De hunnebedden op welke wijze in den onden tijd gebouwd ? / Z.M. Frederik VIII
  • Dayak in Borobudur / Tomi, S.Pd., M.E.
  • Seni pahat [gambar] : relief dari Trawulan
  • Verklaring van conige Jataka - Cafereelen van Baroboedoer .T. Van Erp
  • De hoofdbeelden op de voorsprongen van den teerling der tjandi Mendoet (Padmapani, Tara en Bhrekutitara) /J. Brandes
  • De soekoeh opschriften / door Martha A. Munsses
  • Gids vor de Boroboedoer / W.F. Stutterheim